
[Sampurnan, Bungah, Gresik] – Di tengah ketatnya arus kompetisi akademik antar-pelajar tingkat provinsi, kabar membanggakan kembali berembus dari Bumi Bungah. Kerja keras, ketekunan, dan dedikasi belajar tanpa kenal lelah kembali membuahkan hasil manis bagi SMP Assa’adah. Lembaga pendidikan menengah unggulan yang berdiri kokoh di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin ini kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kawah candradimuka talenta muda berbakat di Jawa Timur.
Dalam ajang bergengsi Olimpiade Sains Siswa Indonesia (OSSI) 2026 Tingkat Jawa Timur, dua siswa terbaik SMP Assa’adah berhasil mencatatkan nama mereka di papan atas perolehan medali provinsi setelah menuntaskan persaingan sengit melawan ribuan peserta dari ratusan sekolah favorit se-Jawa Timur.
Perjuangan Menembus Papan Atas Jawa Timur
Ajang OSSI 2026 Tingkat Jawa Timur dikenal luas sebagai salah satu babak kualifikasi paling kompetitif. Standar soal yang disajikan dirancang khusus oleh tim pakar sains untuk menguji kemampuan analisis mendalam, logika multidimensi, serta penalaran tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills / HOTS).
Di tengah atmosfer kompetisi yang penuh tekanan, dua siswa kelas 9B SMP Assa’adah mampu tampil tenang, percaya diri, dan mendominasi cabang yang mereka ikuti:
1. Fatichatuz Zahra Salsabila (Kelas 9B) – Juara 2 Bidang Studi Matematika
Bertarung di cabang yang kerap dianggap paling menakutkan, Fatichatuz membuktikan kualitas daya nalarnya. Menghadapi deretan soal aljabar linear, geometri ruang, teori bilangan, hingga kombinatorika dengan tingkat kompleksitas tinggi, ia meresponsnya dengan ketenangan matang.
Kecepatan berpikir taktis, presisi perhitungan, serta pemahaman konsep abstrak yang kuat membawanya menembus papan atas dan mengamankan gelar Juara 2 Tingkat Jawa Timur. Capaian ini sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu matematikawan muda paling berpotensi di Kabupaten Gresik.
2. Muhammad Helmi Firzanah (Kelas 9B) – Medali Perunggu Bidang Studi IPA
Di cabang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Muhammad Helmi Firzanah menunjukkan kapasitas analitis yang luar biasa. Soal-soal IPA OSSI tidak sekadar menguji hafalan teori, melainkan menuntut peserta untuk mengorelasikan prinsip dasar fisika dan biologi dengan fenomena alam kontekstual serta studi kasus eksperimental.
Menghadapi ratusan kompetitor dari berbagai daerah, Helmi tampil konsisten dan cermat dalam membedah setiap simulasi kasus sains. Ketajaman analisisnya membuahkan hasil manis dengan diraihnya Medali Perunggu, membuktikan minat dan pemahamannya yang amat mendalam di bidang sains eksploratif.
Di Balik Layar: Pembinaan Tiga Pilar (Konsep, Simulasi, dan Tirakat)
Prestasi gemilang di kancah provinsi ini tidak lahir dari kebetulan, melainkan hasil dari formulasi pembinaan intensif yang dirancang berbulan-bulan oleh tim guru pembimbing sains SMP Assa’adah. Sistem pembinaan tersebut bertumpu pada tiga pilar utama:
Pendalaman Konsep (Logic over Formula): Siswa disiapkan untuk memahami fundamental dan logika di balik setiap rumus matematika dan hukum fisika/biologi, bukan sekadar menghafal rumus cepat. Hal ini membuat mereka fleksibel saat berhadapan dengan variasi soal HOTS yang belum pernah ditemui sebelumnya.
Simulasi dan Strategi Waktu (Exam Simulation): Latihan rutin membedah ribuan bank soal olimpiade nasional dan internasional tahun-tahun sebelumnya. Siswa dibekali taktik manajemen waktu, skala prioritas pengerjaan soal, hingga ketahanan fokus saat berpacu dengan durasi ujian.
Integrasi Nilai Pesantren (Spiritual Grounding): Menjadi pembeda utama sekolah berbasis pesantren, ketahanan mental siswa diasah melalui pendekatan spiritual. Sebelum bertanding, para siswa dibiasakan melakoni tradisi tirakat, salat malam, doa bersama, serta memohon restu (sowan) kepada para kiai dan guru.
Sinergi antara pendekatan sains modern dan tradisi tirakat pesantren inilah yang membentuk mental toughness para siswa sehingga tetap jernih dan tangguh saat menghadapi tekanan kompetisi.
Apresiasi Kepala Sekolah dan Komitmen Strategis Yayasan P.P. Qomaruddin
Keberhasilan ini disambut sukacita dan haru oleh seluruh civitas akademika SMP Assa’adah serta keluarga besar Pondok Pesantren Qomaruddin. Dalam pernyataan resminya, Kepala SMP Assa’adah menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas perjuangan anak didiknya.
“Atas nama sekolah, kami mengucapkan selamat dan rasa bangga yang setinggi-tingginya kepada ananda Fatichatuz dan Muhammad Helmi,” ungkap Kepala SMP Assa’adah. “Prestasi ini bukan sekadar piala atau lembaran sertifikat, melainkan cerminan dari semangat ‘Pintar dan Saleh’ yang menjadi ruh pendidikan di Assa’adah. Keberhasilan ini adalah bukti nyata bahwa anak-anak yang berakar kuat pada nilai keimanan dan tradisi pesantren mampu bersaing, unggul, dan berdiri sejajar di kancah akademik modern.”
Beliau juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada tim guru pembimbing yang telah meluangkan waktu dan pikiran tanpa lelah, serta para orang tua siswa atas kepercayaan dan dukungan doa yang tak pernah putus.
Merespons pencapaian membanggakan ini, pihak Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin langsung mengambil langkah strategis. Yayasan berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas penunjang akademik, termasuk peremajaan sarana laboratorium IPA berbasis digital serta pembentukan Program Klaster Khusus Olimpiade. Langkah ini diambil guna menjaring dan menggembleng bibit-bibit unggul sains sejak dini secara lebih tersistem.
Memantik Inspirasi Generasi Muda
Raihan prestasi di OSSI 2026 ini diharapkan menjadi pemantik semangat (catalyst) bagi seluruh siswa SMP Assa’adah lainnya untuk berani bermimpi besar dan melampaui batas kemampuan diri. Pencapaian Fatichatuz dan Helmi membuktikan bahwa dengan niat yang lurus, kerja keras yang terukur, dan bimbingan yang tepat, latar belakang santri bukanlah penghalang untuk menguasai panggung sains nasional.
Selamat kepada Fatichatuz Zahra Salsabila dan Muhammad Helmi Firzanah! Semoga raihan Juara 2 dan Medali Perunggu ini menjadi batu pijakan pertama menuju deretan prestasi yang lebih tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
